Lagu "December" dari Neck Deep kembali menjadi perbincangan hangat, khususnya setelah penampilan mereka di panggung Soundrenaline pada Sabtu, 26 November 2022. Tentu saja, penampilan mereka membawakan lagu ini bersama "Wish You Were" dan "In Bloom" mampu menarik perhatian banyak penggemar musik. Namun, ada satu hal yang membuat lagu "December" begitu spesial: relevansinya dengan suasana akhir tahun dan makna lirik yang menyentuh.
Bukan hal baru, lagu yang dirilis pada tahun 2015 dalam album "Life’s Not Out To Get You" ini, mendadak viral dan masuk dalam top hits di berbagai platform streaming musik, salah satunya Spotify. Lantas, apa yang membuat lagu ini kembali menemukan momentumnya?
Lagu Patah Hati yang Mendalam
Neck Deep, band pop-punk asal Inggris yang digawangi Ben Barlow (vokal), Matt West (gitar), Sam Bowden (gitar & vokal latar), dan Sebastian Barlow (bass & vokal latar), memang dikenal dengan lagu-lagu yang relate dengan kehidupan sehari-hari, terutama tentang masa-masa muda. "December", adalah salah satu contohnya. Dengan melodi yang sendu dan lirik yang gloomy, lagu ini menggambarkan dengan jujur bagaimana perasaan patah hati yang begitu mendalam.
Also Read
Liriknya menceritakan tentang seseorang yang ditinggalkan kekasihnya tepat di bulan Desember. Bukan hanya soal putus cinta, lagu ini juga merangkum perasaan sakit hati, kesepian, dan penyesalan. Kita bisa merasakan bagaimana sang narator berusaha mengumpulkan serpihan hatinya sambil merenungkan kesalahan yang telah ia perbuat. Ada harapan yang tersirat, sekaligus kepasrahan yang tak tertahankan.
Lebih dari Sekadar Lagu Putus Cinta
Meskipun inti ceritanya tentang patah hati, "December" punya lapisan makna yang lebih dalam. Bukan sekadar mengasihani diri, lagu ini juga menggambarkan proses penerimaan dan refleksi diri. Lirik seperti "I wish I’d known that less is more" dan "My mistakes were not intentions this is a list of my confessions I couldn’t say" menunjukkan bahwa sang narator mulai menyadari kesalahannya dan berusaha untuk belajar dari pengalaman pahit tersebut.
Di sisi lain, "December" juga menangkap dengan baik perasaan bittersweet saat menghadapi akhir tahun. Desember, yang identik dengan suasana perayaan dan kehangatan, menjadi kontras dengan perasaan kesepian dan patah hati. Kontras ini yang membuat lagu ini terasa begitu kuat dan relevan bagi banyak orang.
Mengapa "December" Kembali Viral?
Kebangkitan popularitas "December" setelah konser Soundrenaline bukan tanpa alasan. Beberapa faktor yang mungkin berkontribusi adalah:
- Relevansi Musiman: Judul lagu dan tema Desember yang sendu sangat pas dengan suasana akhir tahun, di mana orang cenderung lebih reflektif dan emosional.
- Kekuatan Lirik: Lirik lagu ini sangat jujur dan relatable dengan pengalaman banyak orang yang pernah patah hati.
- Penampilan Konser: Penampilan Neck Deep di Soundrenaline menjadi momentum yang mengingatkan kembali banyak orang dengan lagu ini.
- Efek Nostalgia: Bagi sebagian orang, lagu ini mungkin mengingatkan pada masa-masa remaja mereka saat pertama kali mendengarkan Neck Deep.
Kesimpulan
"December" bukan hanya sekadar lagu pop-punk biasa. Di balik melodi yang catchy dan lirik yang sederhana, tersimpan makna yang mendalam tentang patah hati, penerimaan diri, dan refleksi diri. Lagu ini kembali viral karena mampu menyentuh hati banyak orang, terutama di penghujung tahun yang penuh kenangan. Jadi, tidak ada salahnya untuk menyanyikan lagu ini, sambil merenungkan perjalanan kita sepanjang tahun ini.