Nama Muhammad Ferarri mendadak jadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Bukan hanya karena golnya ke gawang Uzbekistan yang kontroversial dianulir di Piala Asia U-23, tetapi juga karena fakta menarik di balik profesinya. Ya, di balik seragam timnas dan Persija, ternyata terselip seragam cokelat seorang anggota Polri berpangkat Bripda.
Momen golnya yang dianulir pada pertandingan melawan Uzbekistan memang menyisakan kekecewaan mendalam bagi para suporter. Harapan untuk melaju ke babak final Piala Asia U-23 pupus sudah. Namun, semangat juang Ferarri tak padam. Kini, mata tertuju pada pertandingan perebutan tiket Olimpiade Paris 2024 melawan Iraq, di mana ia diharapkan kembali menjadi andalan.
Dari Lapangan Hijau ke Korps Bhayangkara
Lahir di Jakarta pada 21 Juni 2003, Muhammad Ferarri mengawali karir sepak bolanya di PS TIRA (kini Persikabo 1973) pada 2018. Bakatnya kemudian terpantau oleh Persija Jakarta, di mana ia memulai debutnya pada 2021. Selama berseragam Macan Kemayoran, Ferarri telah tampil dalam 45 pertandingan dan mencetak dua gol.
Also Read
Kiprahnya di level internasional juga tak kalah mentereng. Sejak debut bersama Timnas U-20 di Turnamen Toulon 2022, Ferarri telah menyumbangkan 5 gol dari 20 pertandingan. Catatan ini menunjukkan bahwa ia adalah bek yang tak hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga berbahaya saat ikut menyerang.
Yang mengejutkan, di tengah kesibukannya sebagai pemain sepak bola profesional, Ferarri ternyata juga aktif sebagai anggota Polri. Hal ini terungkap melalui unggahan akun resmi @TMCPoldaMetro yang memperlihatkan ia dan rekannya, Daffa Fasya, tengah berdinas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Kedua pemain muda ini diketahui memiliki pangkat yang sama, yaitu Brigadir Polisi Dua (Bripda).
Lebih dari Sekadar Pemain Bola
Fakta bahwa Ferarri adalah seorang anggota Polri menambah dimensi baru pada sosoknya. Ia bukan hanya atlet sepak bola yang berbakat, tetapi juga seorang pengayom masyarakat. Dedikasi dan kedisiplinan yang ia tunjukkan di lapangan hijau, juga ia aplikasikan dalam menjalankan tugas negara sebagai aparat kepolisian.
Hal ini juga menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu meraih prestasi di berbagai bidang sekaligus, tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Keseimbangan antara karir sebagai atlet profesional dan anggota Polri adalah inspirasi yang patut diteladani.
Meski golnya dianulir, Ferarri tetap menjadi salah satu pemain muda yang paling menonjol di timnas U-23. Kemampuannya dalam membaca permainan, keberanian dalam duel udara, dan naluri mencetak gol menjadikannya aset berharga. Harapan besar kini ada di pundaknya untuk membawa Indonesia meraih tiket ke Olimpiade Paris 2024.
Semoga di laga selanjutnya, Ferarri mampu membuktikan kualitasnya dan kembali memberikan kontribusi positif bagi timnas Indonesia. Semangat juang dan dedikasi yang ia tunjukkan, baik di lapangan hijau maupun di korps kepolisian, adalah cerminan dari generasi muda Indonesia yang berprestasi dan berbakti.