Gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo yang mengguncang Cianjur dan sekitarnya baru-baru ini menyisakan duka mendalam. Guncangan yang terasa hingga Jabodetabek ini ternyata menyimpan fakta geologis yang perlu kita pahami: Sesar Cimandiri. Mungkin namanya masih asing di telinga, namun sesar ini bukan pemain baru dalam dinamika bumi Jawa Barat. Yuk, kita bedah lebih dalam tentang Sesar Cimandiri, si pemicu gempa Cianjur!
Sesar Tua yang Terus Bergerak
Sesar Cimandiri ternyata bukan patahan bumi yang baru terbentuk. Penelitian dari Teknik Geologi Universitas Padjadjaran pada 2017 mengungkap bahwa sesar ini sudah ada sejak lama, terbentuk pada masa orogenesa (pembentukan pegunungan) tahap II di Akhir Eosen Tengah. Bayangkan, usia sesar ini sudah sangat tua! Yang mengejutkan, ia masih aktif hingga kini, menjadi penyebab tinggian purba antara Lembah Ciletuh dan Lembah Cimandiri.
Dari Pelabuhan Ratu Hingga Subang
Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Sesar Cimandiri adalah sesar mendatar mengiri dengan komponen naik. Artinya, patahan ini tidak hanya bergeser secara horizontal, tetapi juga ada pergerakan vertikal yang mengangkat satu sisi patahan. Sesar ini membentang panjang dari Teluk Pelabuhan Ratu hingga tenggara Sukabumi.
Also Read
Lebih detail lagi, laman geologi.co.id menyebutkan panjang sesar ini mencapai kurang lebih 100 km, memanjang dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, lalu menyusuri arah timur laut melewati Cianjur, Bandung Barat, hingga Subang. Sebuah garis patahan panjang yang melintasi beberapa wilayah padat penduduk.
Terbagi Lima Segmen, Aktif di Beberapa Titik
Sesar Cimandiri tidak hanya satu garis patahan, melainkan terbagi menjadi lima segmen. Hal ini menambah kompleksitas pemetaan risiko gempa di wilayah yang dilaluinya. Setiap segmen bisa memiliki karakteristik pergerakan yang berbeda, dan potensi gempa di masing-masing segmen juga bisa bervariasi.
Gempa Cianjur: Bukti Aktivitas Sesar Cimandiri
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi bahwa gempa Cianjur M 5,6 pada 21 November 2022 adalah gempa tektonik akibat pergerakan Sesar Cimandiri. Pusat gempa yang dangkal dan mekanisme patahan geser (strike-slip) sangat sesuai dengan karakteristik pergerakan sesar ini.
Mengapa Kita Harus Tahu tentang Sesar Cimandiri?
Memahami Sesar Cimandiri bukan sekadar menambah pengetahuan geologi. Ini adalah pengetahuan penting untuk meningkatkan kewaspadaan kita terhadap potensi bencana gempa. Dengan mengetahui di mana letak sesar aktif, kita dapat:
- Meningkatkan Kesadaran Risiko: Masyarakat yang tinggal di sekitar jalur sesar perlu tahu bahwa mereka berada di wilayah rawan gempa.
- Mempersiapkan Diri: Pemahaman tentang risiko dapat mendorong masyarakat untuk lebih siap menghadapi gempa, misalnya dengan membangun rumah tahan gempa.
- Perencanaan Tata Ruang: Pemerintah daerah perlu mempertimbangkan keberadaan sesar ini dalam perencanaan tata ruang wilayah, agar pembangunan tidak dilakukan di daerah yang sangat berisiko.
- Penelitian Lebih Lanjut: Diperlukan penelitian lebih mendalam tentang karakteristik pergerakan Sesar Cimandiri di setiap segmennya untuk memperkirakan potensi gempa di masa depan.
Pelajaran dari Cianjur
Gempa Cianjur menjadi pengingat bagi kita bahwa Indonesia adalah wilayah yang rawan gempa. Memahami keberadaan sesar-sesar aktif seperti Sesar Cimandiri adalah langkah penting untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menyadarkan kita agar lebih siap dan tangguh menghadapi tantangan alam. Jadi, mari terus belajar dan meningkatkan kewaspadaan kita.