Di tengah dinamika kehidupan yang penuh ketidakpastian, manusia sering kali dihadapkan pada berbagai ancaman, mulai dari penyakit hingga bencana alam. Dalam Islam, salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk memohon perlindungan dari Allah SWT adalah melalui sholat sunnah tolak bala. Bukan hanya sekadar ritual, sholat ini adalah bentuk pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Sang Pencipta, sekaligus wujud harapan akan pertolongan-Nya.
Niat Sholat Tolak Bala
Sebelum melaksanakan sholat ini, penting untuk meluruskan niat. Niat adalah ruh dari ibadah, yang membedakan antara perbuatan yang bernilai pahala dan yang tidak. Berikut lafal niat sholat tolak bala:
"Ushalli sunnata lidaf’il bala’i rak’ataini lillahi ta’ala, Allahu Akbar."
Also Read
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah untuk menolak bala, dua rakaat, karena Allah ta’ala, Allahu Akbar."
Niat ini diucapkan di dalam hati, sebelum takbiratul ihram (mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan Allahu Akbar).
Tata Cara Sholat Tolak Bala
Sholat tolak bala pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya, yaitu dua rakaat. Berikut rincian tata caranya:
- Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan "Allahu Akbar".
- Membaca Doa Iftitah: (Sunnah).
- Membaca Al-Fatihah: Wajib pada setiap rakaat.
- Membaca Surat Pilihan: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek dari Al-Quran, seperti surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas. Pilihlah surat yang paling mudah dihafal dan diresapi maknanya.
- Ruku: Membungkukkan badan dengan kedua tangan memegang lutut.
- I’tidal: Bangkit dari ruku sambil mengucapkan "Sami’allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamdu".
- Sujud: Meletakkan dahi, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki di lantai.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk dengan tenang sejenak.
- Sujud Kedua: Seperti sujud pertama.
- Rakaat Kedua: Mengulangi langkah 3 hingga 9.
- Tasyahud Akhir: Duduk dengan membaca tasyahud dan shalawat nabi.
- Salam: Menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri seraya mengucapkan "Assalamualaikum warahmatullah".
Waktu yang Dianjurkan
Sholat tolak bala tidak memiliki waktu khusus yang mengikat. Artinya, bisa dilakukan kapan saja, baik di waktu sholat fardhu maupun di luar waktu sholat fardhu. Namun, ada beberapa waktu yang sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah ini, yaitu:
- Saat Terjadi Wabah atau Bencana: Ini adalah waktu yang paling ideal untuk melakukan sholat tolak bala. Saat musibah melanda, hati cenderung lebih khusyuk dalam memohon perlindungan Allah.
- Saat Merasa Khawatir atau Cemas: Apabila dilanda rasa takut akan sesuatu yang buruk, sholat tolak bala bisa menjadi penenang hati dan penguat jiwa.
- Waktu-Waktu Mustajab: Seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqomah, atau hari Jumat.
Bukan Sekadar Ritual, Lebih Dari Itu
Sholat tolak bala bukan hanya tentang melakukan gerakan dan membaca lafal-lafal tertentu. Lebih dari itu, sholat ini adalah tentang membangun koneksi yang lebih kuat dengan Allah SWT. Saat melakukannya, hadirkan hati dengan penuh kesadaran, renungkan setiap makna bacaan, dan sampaikan segala keluh kesah serta harapan kita kepada-Nya.
Jangan lupakan, setelah sholat, iringi dengan doa-doa pribadi. Mohonlah kepada Allah agar dijauhkan dari segala mara bahaya, penyakit, dan keburukan lainnya. Memohon perlindungan kepada Allah adalah tindakan yang paling utama, sembari tetap berikhtiar menjaga diri dan keluarga dengan sebaik-baiknya.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.